Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh...
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasululloh, keluarga, sahabatnya, dan kepada pengikutnya yang senantiasa istiqomah hingga yaumil akhir.
Alkisah suatu hari ada seseorang yang baru saja mendapatkan surat dari sahabatnya, seorang sahabat yang dahulu senantiasa menemaninya disaat Sedih maupun senang, seorang sahabat yang senantiasa ada disaat dirinya membutuhkan seseorang disampingnya. Setelah beberapa kurun waktu mereka tak berjumpa, hingga akhirnya tibalah sepenggal surat dari sahabatnya tersebut.
Dadanya bergetar dan memendam sejuta rasa ketika akan membuka dan membaca surat. Namun, setelah membaca keseluruhan isi surat, seseorang tersebut terdiam hening, termenung dan perlahan menitikkan air matanya. Beliau ternyata terenyuh ketika membaca isi surat tersebut yang mengabarkan tentang kesibukkan sahabatnya saat ini. Selain sibuk dalam menimba ilmu kejenjang yang lebih tinggi, sibuk memperbanyak muroja’ah Al-quran, sibuk dengan amanah da’wah yang banyak, dan ada sebuah kesibukkan lagi yang saat ini sahabatnya kerjakan dengan penuh semangat, yaitu mengajar anak – anak yatim panti asuhan dan kaum dhuafa, dan beliau mengerjakannya dengan Cuma – Cuma tanpa menerima bayaran sepeser pun. Seseorang tersebut begitu terenyuh membacanya, karena ditengah kesibukan yang tengah dihadapi sahabatnya tersebut, beliau masih ingat dan mau menyisihkan sedikit waktunya untuk berbagi dengan sesama, yaitu berbagi ilmu yang telah dimilikinya kepada anak – anak yatim panti asuhan dan kaum dhuafa, dan bahkan hampir setiap hari beliau mengajar anak – anak tersebut. Subhanalloh...
Mereka berdua adalah dua orang mu’min yang sama – sama memiliki motivasi yang tinggi. Persahabatan mereka terukir sejak mereka kecil, mereka bersama – sama tumbuh dewasa, belajar dan sekolah bersama, dan hingga saat ini mereka telah menjalani kehidupannya masing – masing. Namun, ada yang terlupakan dari salah seorang sahabatnya, bahwasanya sebaik – baiknya manusia adalah manusia yang memiliki kebermanfaatan bagi orang lain. Dalam sebuah hadits Rasululloh SAW bersabda : “ seorang mu’min bagi mu’min lainnya adalah laksana bangunan, yang satu memperkokoh yang lain. “. Salah seorang sahabatnya lupa bahwasanya masih ada segelintir orang disekitar kita yang membutuhkan pertolongan. Sia - sialah ilmu dan segala yang kita miliki jika tidak membawa manfaat kepada orang lain.
Segala apapun yang kita miliki dan kita dapatkan di dunia ini sifatnya adalah sementara dan hanyalah titipan dari Alloh SWT. Kita harus dapat memanfaatkan segala apa yang dititipkan dari Alloh kepada kita dengan sebaik – baiknya untuk mendapatkan pahala dan ridho-Nya, karena kesemua itupun akan dimintai pertanggung jawaban kelak disisi-Nya. Jika memang belumlah kita mampu untuk berbuat sesuatu yang besar dalam membantu orang – orang yang ada disekitar kita, marilah kita mulai dengan hal – hal yang kecil, karena berangkat dari hal – hal kecil tersebutlah dapat terwujud sebuah hal yang besar. Jika belumlah kita sanggup untuk dapat melakukan hal seperti sahabat Rasululloh SAW yaitu Utsman bin ‘affan ra. yang menginfakan seluruh harta dijalan Alloh, tentunya kita dapat memulainya dengan hal – hal kecil lainnya, seperti contoh yang salah seorang sahabat lakukan dalam sepenggal suratnya, ia mengajar anak – anak yatim panti asuhan dan kaum dhuafa tanpa meminta bayaran sepeser pun. Beliau sadar akan orang – orang disekitarnya yang masih memiliki semangat untuk belajar namun memiliki keterbatasan dalam keuangan. Beliau sadar bahwasanya disekitar kita masih ada ribuan orang, bahkan ratusan ataupun ribuan yang membutuhkan kasih sayang dan uluran tangan kita. Janganlah kita terlena dengan dunia yang sifatnya hanya sementara ini, janganlah kita lupa seperti seseorang dalam cerita diatas. Maka sudah seharusnya kitalah yang sedikit lebih beruntung dari mereka untuk bersama – sama bergandengan tangan merangkul dan memberikan apapun yang dapat kita berikan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan kita. Sudahkah kita menjadi manusia yang membawa kebermanfaatan bagi orang lain?? Wallahualambishawab.
“Bukan menjadi masalah apakah Hal besar atau hal kecil yang kita lakukan, tapi yang terpenting adalah rasa kepedulian kita”
Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh...
Semangatz Yuk untuk menggapai Syurganya Allah...=)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar