Kamis, 26 Agustus 2010

Kiat Menghafal Al Qur'an

METODE MENGHAFAL QUR'AN

Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan dalam menghafal al qur'an. 3P (Three P) tersebut adalah:

1. Persiapan (Isti'dad)
Kewajiban utama penghafal al-qur'an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:
a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)
b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi
c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar- benar hafal diluar kepala

2. Pengesahan (Tashih/setor)
Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat- ingat satu halaman tersebut, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:
a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)
b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar uoleh ustad.
c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan

3. Pengulangan (Muroja'ah/Penjagaan)
Setelah setor jangan meninggalkan tempat untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkannya

II. Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan
1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah
2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba- hamba pilihanNya yang menjaga al-qur'an
3. Istiqomah
4. Menguasai bacaan al-qur'an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf)
5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah)
6. Minimal sudah pernah khatam al-qur'an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali)
7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur'an
8. Menggunakan pensil/bolpen/ stabilo sebagai pembantu
9. Memahami ayat yang akan dihafal


III. Macam-macam Metode Menghafal
A. Sistem Fardhi Ikuti langkah ini dengan tertib (urut):
1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang

2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati

3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya

4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan

5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)

6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisi mata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)

7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal

8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)

9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat


Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi

2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang

3. Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar- benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan

4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang

5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras
(mata dalam keadaan tertutup)

6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/ juz sebelumya.

B. Sistem Jama'i
Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:

a. Bersama-sama baca keras

b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian. Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta.

Settingannya sebagai berikut:
a. Persiapan:
1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah

2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta

3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah

4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja'ah hafalan lama


b. Setoran ke ustad/ ustadzah:
1. Muroja'ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja'ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama

2. Setor hafalan baru:
a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama- sama

b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.

c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.

3. Muroja'ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal).
Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan. Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkann ya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

c. Muroja'ah ditempat:
1. Kembali ketempat semula.

2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja'ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran

3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya

4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin

Kamis, 03 Desember 2009

Ciliwung impianku

CILIWUNG IMPIANKU

Sungai Ciliwung yang mempunyai hulu di daerah Gunung Gede, Gunung Pangrango dan daerah Puncak, merupakan sungai yang mengalir di tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan dan perumahan padat serta ramai. Karena letaknya yang berada di tengah kota Jakarta dan melintasi perkampungan serta perumahan padat, Sungai Ciliwung tersebut mempunyai fungsi utama sebagai saluran pembuangan air hujan, agar air hujan tersebut tidak menggenangi pemukiman rumah penduduk dan tidak terjadi banjir.

Sungai berubah dari waktu ke waktu, demikian juga dengan Sungai Ciliwung. Jalur alirannya kini banyak di manipulasi menjadi berupa kanal – kanal yang berfungsi sebagai pengendalian banjir. Pemukiman liar berupa gubuk – gubuk dan bangunan rumah semi permanen menjadi hiasan bantaran Sungai Ciliwung. Belum lagi gundukan sampah – sampah rumah tangga yang membuat aliran Sungai Ciliwung tidak lancar dan menjadi ancaman akan terjadi banjir ketika musim hujan tiba. Di antara gundukkan sampah tersebut terlihat ada beberapa warga yang memanfaatkannya untuk mengais rejeki dengan mengambil sampah – sampah yang masih dapat didaur ulang seperti berupa botol – botol dan gelas – gelas bekas kemasan air mineral untuk mereka jual kepada para pengumpul sampah daur ulang. Sungguh memperihatinkan, tetapi pemandangan yang demikianlah yang senantiasa tergambar dalam realitas bantaran Sungai Ciliwung pada saat ini.

Sungai Ciliwung mengalami berbagai kerusakkan yang sebagian besar penyebabnya adalah akibat ulah manusia. Masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung tiada lagi mengindahkan Perda serta Undang – Undang yang melarang untuk membuang sampah ke sungai, akibatnya mereka dengan seenaknya membuang sampah ke sungai tanpa pernah memikirkan dampak buruknya. Jika masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung terus membuang sampahnya ke sungai maka akan mengakibatkan aliran sungai menjadi terhambat dan tidak lancar akibat sungai dipenuhi oleh gundukkan sampah, jika keadaan ini dibiarkan maka Sungai Ciliwung akan mengalami pendangkalan, bukan tidak mungkin lagi bahwa banjir akan senantiasa menghantui masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung setiap kali musim hujan tiba. Gundukkan Sampah yang menghalangi aliran Sungai Ciliwung tersebut ada beberapa yang merupakan sampah yang tidak lazim, berupa kasur, meja, kayu bekas peti kemasan hingga potongan balok kayu besar yang cukup sulit untuk diangkut oleh petugas kebersihan. Masalah lainnya yang tak penah kunjung usai adalah mengenai keberadaan pemukiman liar di bantaran Sungai Ciliwung. Pemukiman liar berupa gubuk – gubuk dan bangunan rumah semi permanen dapat mengakibatkan penyempitan lebar sungai Ciliwung dan dapat membuat aliran Sungai Ciliwung menjadi tidak lancar akibat kayu – kayu pondasi bangunan rumah yang berada di aliran sungai tersebut. Pemerintah terkait permasalahan tersebut telah mengupayakan dinas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) untuk menertibkan gubuk – gubuk liar yang berada di bantaran Sungai Ciliwung agar lahan tersebut dapat segera dikosongkan. Namun, kerap kali pemukiman liar itu dibangun kembali dengan alasan karena tidak lagi mempunyai tempat tinggal yang lain, sehingga pemerintah harus melakukan penertiban dan pengosongan kembali lahan tersebut.

Untuk melestarikan Sungai Ciliwung dibutuhkan peran serta dari semua elemen masyarakat, terutama masyarakat yang hidup di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Masyarakat yang hidup di sekitar bantaran Sungai Ciliwung hendaknya mengindahkan Perda serta Undang – Undang pemrintah yang melarang untuk membuang sampah ke sungai. Mereka seharusnya mengubah perilaku buruk mereka dengan membiasakan diri dengan hidup bersih dan membuang sampah – sampah ke tempat penampungan sampah yang telah disediakan. Pemerintah juga harus terus mengawasi dan tegas terhadap masyarakat yang melanggar aturan tersebut. Pemerintah bersama dinas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) harus dapat menertibkan gubuk – gubuk liar yang berada di bantaran Sungai Ciliwung dan memberikan sanksi yang tegas terhadap masyarakat yang membangun kembali gubuk – gubuk liar di sekitar bantaran Sungai Ciliwung, sehingga setelah lahan tersebut telah dapat dikosongkan, lahan itu dapat segera dimanfaatkan untuk penghijauan dengan tanaman pelindung dan dapat juga dibuat lubang biopori yang berfungsi menyimpan air cadangan saat musim kemarau dan mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan. Selain itu, pemerintah harus mengupayakan pembersihan terhadap sampah – sampah yang ada di Sungai Ciliwung bersama – sama dengan instansi terkait seperti anggota Satpol PP dan anggota TNI-AD dengan menggunakan bantuan berupa alat – alat berat seperti Beco misalnya, agar sampah dari hulu tidak bertambah terus dan tidak terjadi penghambatan aliran sungai. Pemerintah juga harus merawat secara berkala kondisi pintu – pintu air yang dilalui oleh aliran Sungai Ciliwung agar pintu – pintu air tersebut dapat berfungsi dengan optimal, sehingga aliran Sungai Ciliwung menjadi lancar.

Sungai Ciliwung yang bersih, asri, bebas dari pemukiman liar dan dapat berfungsi sebagai lahan konversi adalah impian bagi semua masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Namun, untuk dapat mewujudkan mimpi tersebut memang tak semudah membalikkan telapak tangan, karena begitu banyak pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan terkait dengan kondisi Sungai Ciliwung saat ini yang semakin hari semakin memperihatinkan. Mungkin saja, impian ini tidak akan pernah menjadi kenyataan dan hanya akan menjadi angan – angan semata jika segenap masyarakat dan pemerintah tidak dapat bekerja sama untuk dapat segera melakukan pembenahan dan pengembalian fungsi utama Sungai Ciliwung, atau Sungai Ciliwung hanya akan menjadi ancaman dan mimpi buruk bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung karena setiap saat musim hujan tiba, akan mengakibatkan bencana banjir yang senantiasa membawa banyak dampak kerugian bagi masyarakat baik materi maupun non materi. Jika impian ini terwujudkan, Sungai Ciliwung mungkin tidak hanya berfungsi sebagai penanggulangan banjir serta lahan konversi semata, tapi merupakan kebanggaan yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung khususnya.

Kamis, 26 November 2009

Jangan Pernah Kalah

“Bersungguh – sungguhlah dengan kelemahanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh – sungguhlah dengan ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Bersungguh – sungguhlah dengan kelemahanmu, niscaya Ia menolongmu dengan Kekuatan-Nya.”
(Ibnu 'Athaillah)

Suatu ketika, mungkin kita pernah berpikir, betapa berat dan kerasnya perjalanan hidup ini. Saat hati kita seolah tak mampu lagi menahan beban masalah. Saat kita merasa lunglai, lemah, dan berat melangkahkan kaki, merasa tak kuat dan bingung menghadapi berbagai suasana hidup yang sulit dan berat. Ketika kita tak lagi merasa mampu berdiri menopang beban berat yang harus dipikul.
Tidak. Itu bukan tanda – tanda kelemahan yg patut disesali. Sebab manusia memang diciptakan dalam keadaan serba lemah. Tapi Allah berjanji tidak akan menimpakan beban masalah kepada seseorang, diatas batas kemampuan orang tersebut untuk memikulnya.
Buya Hamka pernah mengatakan bahwa tingkat cobaan iman itu tak ubahnya dengan anak tangga yang bertingkat – tingkat. Tiap satu anak tangga dinaiki, datang dari bawah suatu pukulan hebat mengenai tubuh orang yang mendaki. Kalau tangannya kuat bergantung, kalau kakinya kuat berpijak, dan kalau akal pikirannya tetap waspada, pukulan itu malah akan mendorong menaikkannya ke anak tangga yang lebih tinggi. Tapi kalau tangannya lemah, kakinya tidak kuat, akalnya hilang, pikirannya kusut, maka pukulan itu akan dapat menjatuhkan dan merobohkannya. Yang paling disayangkan, kalau robohnya tidak hanya satu dua buah anak tangga ke bawah, tapi jatuh ke anak demi anak tangga di bawahnya yang sangat banyak. Bahkan karena lemahnya, seseorang bisa sulit bangkit lagi. Rasulullah dan para nabiyullah yang lain tidak pernah mengeluh dalam memikul risalah menjadi utusan Allah, mereka yakin bahwa iman kepada Allah memang menghendaki perjuangan, pengorbanan sekaligus keteguhan hati. Pertama, untuk membuktikan kecintaannya kepada Allah, dan kedua untuk menggembleng bathinnya agar menjadi semakin kokoh.
Jangan pernah kalah oleh beratnya cobaan hidup. Tidak semua permintaan kita harus dikabulkan. Karena Allah lah yg lebih mengenal bathin kita daripada kita sendiri. Pertolongan, bantuan, dukungan, dan kemenangan dari Allah itu pasti. “Adalah hak bagi Kami menolong orang – orang beriman.”(QS. Ar Ruum: 47). Sedetikpun Allah tak pernah meninggalkan . hamba-Nya yang beriman. Dan, jika Ia berkehendak, tak ada yang dapat menghalangi turunnya pertolongan dan bantuan-Nya. Masalahnya hanya ada pada proses turunnya pertolongan dan bantuan itu. Karenanya, sekali lagi, jangan pernah kalah oleh cobaan.

Sabtu, 03 Oktober 2009

Untukmu SahabatKu

setelah sekian lama kita berusaha untuk mencari jalan
kini jalan itu tlah kita temukan..
entah terpikirkan atau tidak akan semua yang akan terjadi nanti,,
namun semua ini, kini harus dijalani..

langkahkan kaki ini pada jalan yang tak pernah ada ujungnya,,
kelak kembalinya pada Dzat yang abadi..
jangan pernah menyerah,,
pilihan mulia pantang disesali..

masih panjang perjalanan ini...
jangan pernah beristirahat, walau sejenak...
karena istirahat adalah selesai..
dan selesainya bukan disini...

jadi teruslahlah melangkah wahai sahabat,,
beristirahatlah kelak di Jannah-Nya...
biarkanlah keadaan yang membuat kita berjauhan saat ini...
persaudaraan kita akan tetap terjalin dengan Rabithah...

jangan pernah alfakan diri ini dalam setiap Rabithah mu..
semoga Allah senantiasa menjaga hati-hati kita dari segala perasaan syaitan...

Rabu, 19 Agustus 2009

Sepenggal Surat dari Sahabat

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh...

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasululloh, keluarga, sahabatnya, dan kepada pengikutnya yang senantiasa istiqomah hingga yaumil akhir.

Alkisah suatu hari ada seseorang yang baru saja mendapatkan surat dari sahabatnya, seorang sahabat yang dahulu senantiasa menemaninya disaat Sedih maupun senang, seorang sahabat yang senantiasa ada disaat dirinya membutuhkan seseorang disampingnya. Setelah beberapa kurun waktu mereka tak berjumpa, hingga akhirnya tibalah sepenggal surat dari sahabatnya tersebut.
Dadanya bergetar dan memendam sejuta rasa ketika akan membuka dan membaca surat. Namun, setelah membaca keseluruhan isi surat, seseorang tersebut terdiam hening, termenung dan perlahan menitikkan air matanya. Beliau ternyata terenyuh ketika membaca isi surat tersebut yang mengabarkan tentang kesibukkan sahabatnya saat ini. Selain sibuk dalam menimba ilmu kejenjang yang lebih tinggi, sibuk memperbanyak muroja’ah Al-quran, sibuk dengan amanah da’wah yang banyak, dan ada sebuah kesibukkan lagi yang saat ini sahabatnya kerjakan dengan penuh semangat, yaitu mengajar anak – anak yatim panti asuhan dan kaum dhuafa, dan beliau mengerjakannya dengan Cuma – Cuma tanpa menerima bayaran sepeser pun. Seseorang tersebut begitu terenyuh membacanya, karena ditengah kesibukan yang tengah dihadapi sahabatnya tersebut, beliau masih ingat dan mau menyisihkan sedikit waktunya untuk berbagi dengan sesama, yaitu berbagi ilmu yang telah dimilikinya kepada anak – anak yatim panti asuhan dan kaum dhuafa, dan bahkan hampir setiap hari beliau mengajar anak – anak tersebut. Subhanalloh...

Mereka berdua adalah dua orang mu’min yang sama – sama memiliki motivasi yang tinggi. Persahabatan mereka terukir sejak mereka kecil, mereka bersama – sama tumbuh dewasa, belajar dan sekolah bersama, dan hingga saat ini mereka telah menjalani kehidupannya masing – masing. Namun, ada yang terlupakan dari salah seorang sahabatnya, bahwasanya sebaik – baiknya manusia adalah manusia yang memiliki kebermanfaatan bagi orang lain. Dalam sebuah hadits Rasululloh SAW bersabda : “ seorang mu’min bagi mu’min lainnya adalah laksana bangunan, yang satu memperkokoh yang lain. “. Salah seorang sahabatnya lupa bahwasanya masih ada segelintir orang disekitar kita yang membutuhkan pertolongan. Sia - sialah ilmu dan segala yang kita miliki jika tidak membawa manfaat kepada orang lain.

Segala apapun yang kita miliki dan kita dapatkan di dunia ini sifatnya adalah sementara dan hanyalah titipan dari Alloh SWT. Kita harus dapat memanfaatkan segala apa yang dititipkan dari Alloh kepada kita dengan sebaik – baiknya untuk mendapatkan pahala dan ridho-Nya, karena kesemua itupun akan dimintai pertanggung jawaban kelak disisi-Nya. Jika memang belumlah kita mampu untuk berbuat sesuatu yang besar dalam membantu orang – orang yang ada disekitar kita, marilah kita mulai dengan hal – hal yang kecil, karena berangkat dari hal – hal kecil tersebutlah dapat terwujud sebuah hal yang besar. Jika belumlah kita sanggup untuk dapat melakukan hal seperti sahabat Rasululloh SAW yaitu Utsman bin ‘affan ra. yang menginfakan seluruh harta dijalan Alloh, tentunya kita dapat memulainya dengan hal – hal kecil lainnya, seperti contoh yang salah seorang sahabat lakukan dalam sepenggal suratnya, ia mengajar anak – anak yatim panti asuhan dan kaum dhuafa tanpa meminta bayaran sepeser pun. Beliau sadar akan orang – orang disekitarnya yang masih memiliki semangat untuk belajar namun memiliki keterbatasan dalam keuangan. Beliau sadar bahwasanya disekitar kita masih ada ribuan orang, bahkan ratusan ataupun ribuan yang membutuhkan kasih sayang dan uluran tangan kita. Janganlah kita terlena dengan dunia yang sifatnya hanya sementara ini, janganlah kita lupa seperti seseorang dalam cerita diatas. Maka sudah seharusnya kitalah yang sedikit lebih beruntung dari mereka untuk bersama – sama bergandengan tangan merangkul dan memberikan apapun yang dapat kita berikan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan kita. Sudahkah kita menjadi manusia yang membawa kebermanfaatan bagi orang lain?? Wallahualambishawab.
“Bukan menjadi masalah apakah Hal besar atau hal kecil yang kita lakukan, tapi yang terpenting adalah rasa kepedulian kita”
Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh...


Semangatz Yuk untuk menggapai Syurganya Allah...=)

Tausiyah VI

Assalamu’alaikum Warrahmatullah wabarakatuh...

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabatnya, dan kepada pengikutnya yang senantiasa istiqomah hingga yaumil akhir.

Alkisah, suatu hari Rasulullah SAW sedang dalam perjalanan bersama para sahabatnya. Namun, ditengah perjalanan Rasulullah turun dari Untanya dan kemudian menengadahkan tangannya layaknya orang yang berdoa, lantas setelah itu beliau pun sujud. Kemudian Rasulullah kembali bangun dan menengadahkan tangannya seperti layaknya orang yang berdoa untuk kedua kalinya, dan setelah itu beliau pun kembali sujud. Kemudian Rasulullah bangun dan kembali menengadahkan tangannya untuk ketiga kalinya, dan setelah itu pun beliau kembali bersujud. Setelah beliau selesai, seorang sahabat Rasullullah yaitu Muadz Ra bertanya kepada beliau karena Muadz Ra begitu penasaran dengan hal apakah yang baru saja Rasulullah perbuat. Lalu Rasulullah SAW menjawab bahwasanya beliau baru saja berdoa agar sepertiga umatnya mendapatkan syafaat dihari kiamat nantinya, Allah mengabulkan doa Rasulullah bahwa sepertiga umat Rasulullah SAW akan mendapatkan syafaat di hari kiamat nanti, karena doanya dikabulkan lantas Rasulullah pun langsung bersujud sebagai tanda syukurnya kepada Allah. Lalu beliau bangun kembali dan kembali berdoa kepada Allah agar sepertiga umatnya yang kedua mendapatkan syafaat di hari kiamat nantinya, lalu Allah mengabulkannya bahwa sepertiga umatnya yang kedua akan mendapatkan syafaat dihari kiamat nantinya, lantas beliau kembali bersujud sebagai tanda syukurnya. Lalu beliau bengun kembali dan berdoa lagi untuk ketiga kalinya agar sepertiga umanya yang ketiga akan mendapatkan syafaat di hari kiamat nantinya, lalu Allah mengabulkannya bahwa sepertiga umatnya yang ketiga akan mendapatkan syafaat dihari kiama nantinya, kemudian Rasulullah kembali bersujud sebagai tanda syukurnya kepada Allah karena doanya telah dikabulkan.
Sahabat – sahabatku pengurus MT al – khawarizmi rahimakumullah...
Terbesit sebuah pertanyaan ketika kita dapat memahami sebuah pesan dari kisah diatas, yaitu Apakah kita termasuk kepada golongan umat Rasulullah SAW yang akan mendapatkan syafaat di hari kiamat nantinya??? Bisa saja kita mengaku – ngaku sebagai umat Nabi Muhammad Rasulullah SAW, tapi beliau tidak mau mengakui kita sebagai umatnya...

Didalam diri Kita ada segumpal daging yang mana jika segumpal daging itu baik, maka baiklah diri kita ini dan manakala segumpal daging itu buruk, maka buruklah diri kita ini, dan segumpal daging itu adalah Hati. Hati adalah lentera bagi kita, karena manakala hati kita bersih, maka hidayah serta petunjuk Allah lah yang senantiasa menghiasinya. Namun, indahnya dunia yang fana ini terkadang membuat kita lupa dan terlena. Disaat kita memandang seisi dunia ini dengan segala aktivitas – aktivitas yang menghiasinya, kemudian dari pandangan mata tersebut diproses dalam logika dan menjadi keinginan dan angan – angan dalam hati, tentunya keinginan – keinginan yang berhubungan dengan dunia. Untuk itu Rasulullah melarang kita untuk panjang angan – angan, karena semua keinginan – keinginan akan dunia yang fana ini dapat mengotori dan membutakan hati kita. Kita akan menjadi seseorang yang begitu berambisi pada dunia ini dan ingin memiliki semua yang ada di dunia ini hingga timbul pikiran untuk menghalalkan berbagai cara untuk meraih ambisi tersebut. Nauzubillah...

Rasulullah SAW bersabda : “Jadilah engkau di dunia ini seperti seorang musafir atau bahkan seperti seorang pengambara. Apabila engkau telah memasuki waktu sore, maka janganlah engkau menanti datangnya waktu pagi, dan apabila engkau telah memasuki waktu pagi, maka janganlah engkau menanti datangnya waktu sore. Ambilah waktu sehatmu untuk ( bekal masa ) sakitmu, dan hidupmu untuk ( bekal ) matimu.”

Seorang pejalan atau pengembara selalu menyiapkan bekalnya saat bepergian dan tidak berlebihan dengan barang bawaanya agar dapat mengurangi beban perjalanannya. Ini adalah indikasi untuk berzuhud di dunia dengan nafkah yang secukupnya, sebagaimana seorang musafir yang tidak memerlukan bekal berlebihan, kecuali sekedar yang diperlukannya untuk dapat sampai ke tempat tujuannya. Bahkan, imam nawawi menjelaskan untuk tidak memprioritaskan harta dan dunia, sehingga melupakan kewajiban dasarnya. Wallahualambishawab.

Semoga Allah senantiasa mencurahkan Rahmat dan Hidayahnya dan menjadikan kita golongan orang – orang yang selalu mengingatnya, golongan orang – orang yang senantiasa memperbaiki diri dan golongan orang – orang yang ikhlas bieribadah semata- mata kepada Allah. Amin.
Wassalamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh...

Semangatz Yuk untuk menggapai Syurganya Allah...=)

EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA

EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA

Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita, dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah, tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna,sia-sia dan dusta, didalamnya ada mata air yang mengalir, takhta-takhta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga ?….

Rasulullah SAW, mengatakan :” Syurga merindukan empat orang:

Pertama, orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Nampaknya wajar jikalau syurga merindukan ahli qur’an ini karena sejak didunia saja mereka sudah diservis oleh Allah dengan ketenangan bathin, kasih sayang-Nya, kecintaannya, kemuliaan dan selalu di ingat oleh-Nya.

Kedua, penjaga lidah. Memang lidah tak bertulang tapi ia lebih tajam dari sebilah pedang, dampaknya akan mengakibatkan peperangan antar suami isteri, antar kelompok, bahkan antar dua bangsa. Efek negatifnya akan membuat orang menjadi sengsara, akan melenyapkan pahala kebaikan yang kita buat seperti api memakan kayu bakar, akan membuat puasa jadi hampa dan sia-sia. Namun bila kita menjaganya, subhanallah… begitu banyak kenikmatan akan kita raih, dengan lisan kita berdakwah, dengan lisan kita bertilawah, dengan lisan kita berdo’a.

Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan. Sungguh, Allah Yang Maha berterimakasih (Syakuur) akan membalas sekecil apapun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita memberi minum kepada saudara kita yang kehausan maka Allah akan memberi kita minum pada hari kiamat nanti disaat orang-orang sedang dilanda dahaga, Bila kita memberi makan kepada saudara kita yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan memberi kita makan di saat orang-orang kelaparan pada hari akhir nanti, Bila kita memberi pakaian kepada saudara kita didunia ini, niscaya Allah akan memberi kita pakaian yang indah disaat orang-orang telanjang pada hari perhitungan nanti, bila kita memudahkan urusan saudara kita yang sedang kesulitan dan dihimpit permasalahan, yakinlah bahwa Allah akan memudahkan urusan kita sejak didunia ini. Pertolongan Allah akan datang kepada seorang hamba manakala sang hamba menolong saudaranya.

Keempat, Orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Di bulan yang mulia yang penuh berkah, rahmat, ampunan ini Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan dari panasnya api neraka, pedihnya azab neraka dan kejamnya siksa neraka bila kita berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro’at dan kholwat serta ibadah apapun dengan hanya mengharap ridho-Nya.
Bila empat amal ini kita lakukan, nampaknya wajarlah bila syurga merindukan kehadiran kita…Amien
Ustadz Ahmad Jameel

Sahabat – sahabatku, pastinya kita mau donk jadi golongan orang – orang yang dirindukan syurga, nah insyaAllah sebentar lagi bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan akan segera tiba, maka marilah kita berlomba dan saling berkompetisi agar dapat menjadi golongan yang nomer empat seperti yang telah disebutkan diatas. Semoga Allah memanjangkan umur kita dan memberikan kita kesehatan agar kita siap menghadapi bulan Ramadhan dan dapat memaksimalkan ibadah kita dalam bulan Ramadhan nanti. Amin.

Selasa, 07 Juli 2009

-Kultum 2-

-Kultum 2-

Biarlah Allah yg mnyemangati kita,
Sehingga tanpa sadar stiap peristiwa mnjd teguran atas kamalasan kita,
cukuplah Allah yg memelihara ketekunan kita.
Muliakanlah kerja dgn niat yg satu untuk mndapat keridhoan-Nya
dan sesungguhnya Allah tdk melihat dari hasil yg kita raih,
tp Ia menilainya dari sbuah proses yg kita jalankan.
Dakwah must go on… With Love Cause Allah..

Jumat, 26 Juni 2009

Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping....

Untuk Para Akhwat.... mari kita Aminkan Doa ini.......
Untuk Para Ikhwan.... Dengarlah Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping....

"Peringatan Rasulullah: "Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah." (HR. Thabrani). "

Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasululloh berpesan: "Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA." (HR Ahmad) "

-- M. Fauzil Adhim

****************************
A Prayer

Tuhanku...
Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin....