Senin, 03 Januari 2011

for Sahabat MT

Sahabat...

begitu indah mengarungi hidup bersamamu..


ketika hati ini kering bak gurun yang tandus

nasehatmu bagai secercah embun sejukkan hatiku

suasana nyaman, Kedamaian dan ketenangan

senantiasa kurasakan saat berkumpul bersamamu duhai kawan


Sahabat...

tak terasa malam siang berlalu

detik,jam,hari bergulir tak terasa waktu

masa demi masa berganti

dan takkan pernah terhenti sampai disini


Sahabat...

Sejenak ku terkenangan akan hakikat sebuah perjuangan

perjuangan yang penuh dengan onak dan aral bahaya

perjuangan bersama-sama dirimu kawan

ya perjuangan kita bersama


Sahabat...

aku tahu jalan ini begitu berat

butuh Pergorbanan dan keteguhan

butuh kesungguhan dan kegigihan

butuh kekuatan dan ketabahan

dan aku tahu kau pasti jenuh..

jenuh dengan perjuangan yg tak berujung ini

karena manisnya dunia diluar sana pasti lebih menggiurkan

jika dibanding peliknya masalah demi sebuah perubahan


Sahabat...

bukankah Rasulullah mengajak kita

untuk bahu membahu dalam berbuat kebaikan??

dan bukankah Allah SWT pun berfirman agar kita saling menasehati,

ya, saling menasihati dalam kebenaran

dan saling menasihati dalam kesabaran

tidakkah kau ingin merasakan betapa indahnya saat itu bersamaku??

saat - saat kita berjumpa dengan Rabb kita..

dan saat - saat kita ikut bergabung dan duduk bersama dengan

Rasulullah dan para sahabatnya...???


Sahabat...

Genggam tanganku dengan kokoh

jangan pernah lengah sedetikpun

karena musuh terbesar kita adalah diri sendiri

akankah kau menyerah..

dan hanya akan menjadi deretan pjg kisah yg berguguran

Ayo Kembali...

Kembali nyalakan Api..

karena gelapnya malam takkan meredupkan api semangat ini

karena dinginnya angin yg menerpa takkan hentikan langkah ini

Ayoo Bangkitlah...

Karena Harapan itu masih ada

selama kita mau berusaha dan menjaga kualitas ibadah kita kepada-NYA


PANTANG MEYERAH...!!!

PANTANG MENGELUH...!!!

PANTANG PANTANG BERBUAT SIA-SIA..!!!

PANTANG MENJADI BEBAN...!!!

PANTANG BERKHIANAT...!!!

PANTANG PUTUS ASA...!!!

PANTANG BERHATI KOTOR...!!!

Keep Hamasah and Istiqomah...



-semangatz-


On my room at monday, Jan 3rd 2011

By : rendra


Rabu, 10 November 2010

THE REAL PAHLAWAN



Tak ada alasan untuk pesimis
Karena Allah tak pernah berhenti
Memberi pertolongan,

Kecuali kalau iman kita telah habis
Dan keyakinan kita pada kekuasaanNya

…telah menipis

THE REAL PAHLAWAN is someone who never lost their Spirit

-semangatz-

Minggu, 07 November 2010

Fiqih Prioritas

Assalamu'alaikum wr wb
Ingin berbagi sebuah artikel menarik dari Ustadz Reza Sulthan, semoga beliau dirahmati oleh Allah, dan semoga ilmu ini bermanfaat bagi kita semua

Dalam mengambil keputusan, hendaknya sesorang mempertimbangkannya dengan 3 Ilmu, yaitu :

1. Fiqhul Waqi' (Fiqih Realitas),
yakni Pemahaman / ilmu menimbang sesuatu berdasarkan realitas pilihan dan kemampuan diri.

2. Fiqhul aulawiyat ( Fiqih Skala Prioritas),
yakni Pemahaman / ilmu tentang skala prioritas. Bahan Yang ditimbang dalam Ilmu Fiqh ini adalah mengenai pilihan untung (maslahat) dan rugi(Mafsadat). Bisa juga memilih yang terbaik dari pilihan yang baik, bisa juga memilih pilihan yang paling sedikit ruginya / keburukannya dari pilihan yang paling besar kadar keburukan / kerugiannya.

3. Fiqhul Muwazanat ( Fiqih menimbang - nimbang dengan 2 penilaian, yakni PENTING dan DARURAT)
Maksudnya adalah apakah pilihan kita dalam keadaan 2 penilaian itu atau
salah satunya. Misal Budi dan Tono, baru saja makan rujak secara bersama dengan komposisi cabe rawit merah sebanyak 50 butir dalam adukan gula jawanya. Hmmm... pasti pedas tuh...Selesai makan Budi dan Tono menjadi Mules perutnya akibat pedasnya cabe. Keduanya secara bersamaan ingin buang air... akan tetapi hanya tersedia 1 buah toilet. Nah, mana yang harus didahulukan...?

Dalam Ilmu Fiqh Muwazanat, hendaknya diperhatikan antara DARURAT dan PENTING. Kita anilisis... Keduanya sama - sama darurat ingin melampiaskan Mulesnya. Akan tetapi Budi lebih penting untuk didahulukan. Kenapa...?

perhatikan dialog ini :
Antum mau hajat ton..? tanya Budi.
Iya..! jawab tono.
Aku juga sangat mules..!kata Budi.
Aku juga..! kata Tono.
Selesai buang hajat apakah kamu ada acara wahai Tono..? tanya Budi kembali.
Owwww, tidak ada!! jawab Tono.
Izinkan aku lebih dahulu wahai Tono...! Pinta Budi.
Memang kenapa wahai Budi..? Tanya Tono. Selesai buang Hajat, aku harus ceramah disebuah kampus... dan waktunya sekitar 30 menit lagi. Jawab Budi.
Oke, kalau begitu silakan wahai budi... mudah - mudahan penderitaanku karena
mendahulukan dirimu ini menjadi sebuah kebaikan untukmu.

Bagaimana...Fahamkan..! Dari dialog diatas dapat kita simpulkan bahwa Budi memiliki kriteria Darurat dan Penting, sementara Tono hanya memiliki 1 kriteria saja, yakni Darurat, namun tidak begitu penting.

Insya Allah ilmu tersebut bermanfaat untuk di aplikasikan dalam berbagai kasus. Misalnya memilih salah satu dari 2 pilihan Calon suami / Istri yang sama - sama Sholeh, sama - sama Hansem, sama - sama Mapan, sama - sama cerdas, sama - sama mulia
akhlaqnya, sama - sama bagus perangainya, sama - sama punya rumah dan tabungan, sama - sama punya kebanggaan dan sama - sama idola kita.

Insya Allah dengan ilmu ini akan kita dapatkan jawaban yang terbaik disetiap pilihan - pilhan sulit dalam kehidupan kita, amin.

Terimakasih, Salam Reza Sulthan.

Kunjungi juga blog saya yang laindisini

Kamis, 26 Agustus 2010

Kiat Menghafal Al Qur'an

METODE MENGHAFAL QUR'AN

Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan dalam menghafal al qur'an. 3P (Three P) tersebut adalah:

1. Persiapan (Isti'dad)
Kewajiban utama penghafal al-qur'an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:
a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)
b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi
c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar- benar hafal diluar kepala

2. Pengesahan (Tashih/setor)
Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat- ingat satu halaman tersebut, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:
a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)
b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar uoleh ustad.
c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan

3. Pengulangan (Muroja'ah/Penjagaan)
Setelah setor jangan meninggalkan tempat untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkannya

II. Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan
1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah
2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba- hamba pilihanNya yang menjaga al-qur'an
3. Istiqomah
4. Menguasai bacaan al-qur'an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf)
5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah)
6. Minimal sudah pernah khatam al-qur'an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali)
7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur'an
8. Menggunakan pensil/bolpen/ stabilo sebagai pembantu
9. Memahami ayat yang akan dihafal


III. Macam-macam Metode Menghafal
A. Sistem Fardhi Ikuti langkah ini dengan tertib (urut):
1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang

2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati

3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya

4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan

5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)

6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisi mata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)

7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal

8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)

9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat


Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi

2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang

3. Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar- benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan

4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang

5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras
(mata dalam keadaan tertutup)

6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/ juz sebelumya.

B. Sistem Jama'i
Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:

a. Bersama-sama baca keras

b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian. Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta.

Settingannya sebagai berikut:
a. Persiapan:
1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah

2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta

3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah

4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja'ah hafalan lama


b. Setoran ke ustad/ ustadzah:
1. Muroja'ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja'ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama

2. Setor hafalan baru:
a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama- sama

b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.

c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.

3. Muroja'ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal).
Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan. Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkann ya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

c. Muroja'ah ditempat:
1. Kembali ketempat semula.

2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja'ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran

3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya

4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin

Kamis, 03 Desember 2009

Ciliwung impianku

CILIWUNG IMPIANKU

Sungai Ciliwung yang mempunyai hulu di daerah Gunung Gede, Gunung Pangrango dan daerah Puncak, merupakan sungai yang mengalir di tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan dan perumahan padat serta ramai. Karena letaknya yang berada di tengah kota Jakarta dan melintasi perkampungan serta perumahan padat, Sungai Ciliwung tersebut mempunyai fungsi utama sebagai saluran pembuangan air hujan, agar air hujan tersebut tidak menggenangi pemukiman rumah penduduk dan tidak terjadi banjir.

Sungai berubah dari waktu ke waktu, demikian juga dengan Sungai Ciliwung. Jalur alirannya kini banyak di manipulasi menjadi berupa kanal – kanal yang berfungsi sebagai pengendalian banjir. Pemukiman liar berupa gubuk – gubuk dan bangunan rumah semi permanen menjadi hiasan bantaran Sungai Ciliwung. Belum lagi gundukan sampah – sampah rumah tangga yang membuat aliran Sungai Ciliwung tidak lancar dan menjadi ancaman akan terjadi banjir ketika musim hujan tiba. Di antara gundukkan sampah tersebut terlihat ada beberapa warga yang memanfaatkannya untuk mengais rejeki dengan mengambil sampah – sampah yang masih dapat didaur ulang seperti berupa botol – botol dan gelas – gelas bekas kemasan air mineral untuk mereka jual kepada para pengumpul sampah daur ulang. Sungguh memperihatinkan, tetapi pemandangan yang demikianlah yang senantiasa tergambar dalam realitas bantaran Sungai Ciliwung pada saat ini.

Sungai Ciliwung mengalami berbagai kerusakkan yang sebagian besar penyebabnya adalah akibat ulah manusia. Masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung tiada lagi mengindahkan Perda serta Undang – Undang yang melarang untuk membuang sampah ke sungai, akibatnya mereka dengan seenaknya membuang sampah ke sungai tanpa pernah memikirkan dampak buruknya. Jika masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung terus membuang sampahnya ke sungai maka akan mengakibatkan aliran sungai menjadi terhambat dan tidak lancar akibat sungai dipenuhi oleh gundukkan sampah, jika keadaan ini dibiarkan maka Sungai Ciliwung akan mengalami pendangkalan, bukan tidak mungkin lagi bahwa banjir akan senantiasa menghantui masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung setiap kali musim hujan tiba. Gundukkan Sampah yang menghalangi aliran Sungai Ciliwung tersebut ada beberapa yang merupakan sampah yang tidak lazim, berupa kasur, meja, kayu bekas peti kemasan hingga potongan balok kayu besar yang cukup sulit untuk diangkut oleh petugas kebersihan. Masalah lainnya yang tak penah kunjung usai adalah mengenai keberadaan pemukiman liar di bantaran Sungai Ciliwung. Pemukiman liar berupa gubuk – gubuk dan bangunan rumah semi permanen dapat mengakibatkan penyempitan lebar sungai Ciliwung dan dapat membuat aliran Sungai Ciliwung menjadi tidak lancar akibat kayu – kayu pondasi bangunan rumah yang berada di aliran sungai tersebut. Pemerintah terkait permasalahan tersebut telah mengupayakan dinas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) untuk menertibkan gubuk – gubuk liar yang berada di bantaran Sungai Ciliwung agar lahan tersebut dapat segera dikosongkan. Namun, kerap kali pemukiman liar itu dibangun kembali dengan alasan karena tidak lagi mempunyai tempat tinggal yang lain, sehingga pemerintah harus melakukan penertiban dan pengosongan kembali lahan tersebut.

Untuk melestarikan Sungai Ciliwung dibutuhkan peran serta dari semua elemen masyarakat, terutama masyarakat yang hidup di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Masyarakat yang hidup di sekitar bantaran Sungai Ciliwung hendaknya mengindahkan Perda serta Undang – Undang pemrintah yang melarang untuk membuang sampah ke sungai. Mereka seharusnya mengubah perilaku buruk mereka dengan membiasakan diri dengan hidup bersih dan membuang sampah – sampah ke tempat penampungan sampah yang telah disediakan. Pemerintah juga harus terus mengawasi dan tegas terhadap masyarakat yang melanggar aturan tersebut. Pemerintah bersama dinas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) harus dapat menertibkan gubuk – gubuk liar yang berada di bantaran Sungai Ciliwung dan memberikan sanksi yang tegas terhadap masyarakat yang membangun kembali gubuk – gubuk liar di sekitar bantaran Sungai Ciliwung, sehingga setelah lahan tersebut telah dapat dikosongkan, lahan itu dapat segera dimanfaatkan untuk penghijauan dengan tanaman pelindung dan dapat juga dibuat lubang biopori yang berfungsi menyimpan air cadangan saat musim kemarau dan mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan. Selain itu, pemerintah harus mengupayakan pembersihan terhadap sampah – sampah yang ada di Sungai Ciliwung bersama – sama dengan instansi terkait seperti anggota Satpol PP dan anggota TNI-AD dengan menggunakan bantuan berupa alat – alat berat seperti Beco misalnya, agar sampah dari hulu tidak bertambah terus dan tidak terjadi penghambatan aliran sungai. Pemerintah juga harus merawat secara berkala kondisi pintu – pintu air yang dilalui oleh aliran Sungai Ciliwung agar pintu – pintu air tersebut dapat berfungsi dengan optimal, sehingga aliran Sungai Ciliwung menjadi lancar.

Sungai Ciliwung yang bersih, asri, bebas dari pemukiman liar dan dapat berfungsi sebagai lahan konversi adalah impian bagi semua masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Namun, untuk dapat mewujudkan mimpi tersebut memang tak semudah membalikkan telapak tangan, karena begitu banyak pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan terkait dengan kondisi Sungai Ciliwung saat ini yang semakin hari semakin memperihatinkan. Mungkin saja, impian ini tidak akan pernah menjadi kenyataan dan hanya akan menjadi angan – angan semata jika segenap masyarakat dan pemerintah tidak dapat bekerja sama untuk dapat segera melakukan pembenahan dan pengembalian fungsi utama Sungai Ciliwung, atau Sungai Ciliwung hanya akan menjadi ancaman dan mimpi buruk bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung karena setiap saat musim hujan tiba, akan mengakibatkan bencana banjir yang senantiasa membawa banyak dampak kerugian bagi masyarakat baik materi maupun non materi. Jika impian ini terwujudkan, Sungai Ciliwung mungkin tidak hanya berfungsi sebagai penanggulangan banjir serta lahan konversi semata, tapi merupakan kebanggaan yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung khususnya.

Kamis, 26 November 2009

Jangan Pernah Kalah

“Bersungguh – sungguhlah dengan kelemahanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh – sungguhlah dengan ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Bersungguh – sungguhlah dengan kelemahanmu, niscaya Ia menolongmu dengan Kekuatan-Nya.”
(Ibnu 'Athaillah)

Suatu ketika, mungkin kita pernah berpikir, betapa berat dan kerasnya perjalanan hidup ini. Saat hati kita seolah tak mampu lagi menahan beban masalah. Saat kita merasa lunglai, lemah, dan berat melangkahkan kaki, merasa tak kuat dan bingung menghadapi berbagai suasana hidup yang sulit dan berat. Ketika kita tak lagi merasa mampu berdiri menopang beban berat yang harus dipikul.
Tidak. Itu bukan tanda – tanda kelemahan yg patut disesali. Sebab manusia memang diciptakan dalam keadaan serba lemah. Tapi Allah berjanji tidak akan menimpakan beban masalah kepada seseorang, diatas batas kemampuan orang tersebut untuk memikulnya.
Buya Hamka pernah mengatakan bahwa tingkat cobaan iman itu tak ubahnya dengan anak tangga yang bertingkat – tingkat. Tiap satu anak tangga dinaiki, datang dari bawah suatu pukulan hebat mengenai tubuh orang yang mendaki. Kalau tangannya kuat bergantung, kalau kakinya kuat berpijak, dan kalau akal pikirannya tetap waspada, pukulan itu malah akan mendorong menaikkannya ke anak tangga yang lebih tinggi. Tapi kalau tangannya lemah, kakinya tidak kuat, akalnya hilang, pikirannya kusut, maka pukulan itu akan dapat menjatuhkan dan merobohkannya. Yang paling disayangkan, kalau robohnya tidak hanya satu dua buah anak tangga ke bawah, tapi jatuh ke anak demi anak tangga di bawahnya yang sangat banyak. Bahkan karena lemahnya, seseorang bisa sulit bangkit lagi. Rasulullah dan para nabiyullah yang lain tidak pernah mengeluh dalam memikul risalah menjadi utusan Allah, mereka yakin bahwa iman kepada Allah memang menghendaki perjuangan, pengorbanan sekaligus keteguhan hati. Pertama, untuk membuktikan kecintaannya kepada Allah, dan kedua untuk menggembleng bathinnya agar menjadi semakin kokoh.
Jangan pernah kalah oleh beratnya cobaan hidup. Tidak semua permintaan kita harus dikabulkan. Karena Allah lah yg lebih mengenal bathin kita daripada kita sendiri. Pertolongan, bantuan, dukungan, dan kemenangan dari Allah itu pasti. “Adalah hak bagi Kami menolong orang – orang beriman.”(QS. Ar Ruum: 47). Sedetikpun Allah tak pernah meninggalkan . hamba-Nya yang beriman. Dan, jika Ia berkehendak, tak ada yang dapat menghalangi turunnya pertolongan dan bantuan-Nya. Masalahnya hanya ada pada proses turunnya pertolongan dan bantuan itu. Karenanya, sekali lagi, jangan pernah kalah oleh cobaan.

Sabtu, 03 Oktober 2009

Untukmu SahabatKu

setelah sekian lama kita berusaha untuk mencari jalan
kini jalan itu tlah kita temukan..
entah terpikirkan atau tidak akan semua yang akan terjadi nanti,,
namun semua ini, kini harus dijalani..

langkahkan kaki ini pada jalan yang tak pernah ada ujungnya,,
kelak kembalinya pada Dzat yang abadi..
jangan pernah menyerah,,
pilihan mulia pantang disesali..

masih panjang perjalanan ini...
jangan pernah beristirahat, walau sejenak...
karena istirahat adalah selesai..
dan selesainya bukan disini...

jadi teruslahlah melangkah wahai sahabat,,
beristirahatlah kelak di Jannah-Nya...
biarkanlah keadaan yang membuat kita berjauhan saat ini...
persaudaraan kita akan tetap terjalin dengan Rabithah...

jangan pernah alfakan diri ini dalam setiap Rabithah mu..
semoga Allah senantiasa menjaga hati-hati kita dari segala perasaan syaitan...

Rabu, 19 Agustus 2009

Sepenggal Surat dari Sahabat

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh...

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasululloh, keluarga, sahabatnya, dan kepada pengikutnya yang senantiasa istiqomah hingga yaumil akhir.

Alkisah suatu hari ada seseorang yang baru saja mendapatkan surat dari sahabatnya, seorang sahabat yang dahulu senantiasa menemaninya disaat Sedih maupun senang, seorang sahabat yang senantiasa ada disaat dirinya membutuhkan seseorang disampingnya. Setelah beberapa kurun waktu mereka tak berjumpa, hingga akhirnya tibalah sepenggal surat dari sahabatnya tersebut.
Dadanya bergetar dan memendam sejuta rasa ketika akan membuka dan membaca surat. Namun, setelah membaca keseluruhan isi surat, seseorang tersebut terdiam hening, termenung dan perlahan menitikkan air matanya. Beliau ternyata terenyuh ketika membaca isi surat tersebut yang mengabarkan tentang kesibukkan sahabatnya saat ini. Selain sibuk dalam menimba ilmu kejenjang yang lebih tinggi, sibuk memperbanyak muroja’ah Al-quran, sibuk dengan amanah da’wah yang banyak, dan ada sebuah kesibukkan lagi yang saat ini sahabatnya kerjakan dengan penuh semangat, yaitu mengajar anak – anak yatim panti asuhan dan kaum dhuafa, dan beliau mengerjakannya dengan Cuma – Cuma tanpa menerima bayaran sepeser pun. Seseorang tersebut begitu terenyuh membacanya, karena ditengah kesibukan yang tengah dihadapi sahabatnya tersebut, beliau masih ingat dan mau menyisihkan sedikit waktunya untuk berbagi dengan sesama, yaitu berbagi ilmu yang telah dimilikinya kepada anak – anak yatim panti asuhan dan kaum dhuafa, dan bahkan hampir setiap hari beliau mengajar anak – anak tersebut. Subhanalloh...

Mereka berdua adalah dua orang mu’min yang sama – sama memiliki motivasi yang tinggi. Persahabatan mereka terukir sejak mereka kecil, mereka bersama – sama tumbuh dewasa, belajar dan sekolah bersama, dan hingga saat ini mereka telah menjalani kehidupannya masing – masing. Namun, ada yang terlupakan dari salah seorang sahabatnya, bahwasanya sebaik – baiknya manusia adalah manusia yang memiliki kebermanfaatan bagi orang lain. Dalam sebuah hadits Rasululloh SAW bersabda : “ seorang mu’min bagi mu’min lainnya adalah laksana bangunan, yang satu memperkokoh yang lain. “. Salah seorang sahabatnya lupa bahwasanya masih ada segelintir orang disekitar kita yang membutuhkan pertolongan. Sia - sialah ilmu dan segala yang kita miliki jika tidak membawa manfaat kepada orang lain.

Segala apapun yang kita miliki dan kita dapatkan di dunia ini sifatnya adalah sementara dan hanyalah titipan dari Alloh SWT. Kita harus dapat memanfaatkan segala apa yang dititipkan dari Alloh kepada kita dengan sebaik – baiknya untuk mendapatkan pahala dan ridho-Nya, karena kesemua itupun akan dimintai pertanggung jawaban kelak disisi-Nya. Jika memang belumlah kita mampu untuk berbuat sesuatu yang besar dalam membantu orang – orang yang ada disekitar kita, marilah kita mulai dengan hal – hal yang kecil, karena berangkat dari hal – hal kecil tersebutlah dapat terwujud sebuah hal yang besar. Jika belumlah kita sanggup untuk dapat melakukan hal seperti sahabat Rasululloh SAW yaitu Utsman bin ‘affan ra. yang menginfakan seluruh harta dijalan Alloh, tentunya kita dapat memulainya dengan hal – hal kecil lainnya, seperti contoh yang salah seorang sahabat lakukan dalam sepenggal suratnya, ia mengajar anak – anak yatim panti asuhan dan kaum dhuafa tanpa meminta bayaran sepeser pun. Beliau sadar akan orang – orang disekitarnya yang masih memiliki semangat untuk belajar namun memiliki keterbatasan dalam keuangan. Beliau sadar bahwasanya disekitar kita masih ada ribuan orang, bahkan ratusan ataupun ribuan yang membutuhkan kasih sayang dan uluran tangan kita. Janganlah kita terlena dengan dunia yang sifatnya hanya sementara ini, janganlah kita lupa seperti seseorang dalam cerita diatas. Maka sudah seharusnya kitalah yang sedikit lebih beruntung dari mereka untuk bersama – sama bergandengan tangan merangkul dan memberikan apapun yang dapat kita berikan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan kita. Sudahkah kita menjadi manusia yang membawa kebermanfaatan bagi orang lain?? Wallahualambishawab.
“Bukan menjadi masalah apakah Hal besar atau hal kecil yang kita lakukan, tapi yang terpenting adalah rasa kepedulian kita”
Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh...


Semangatz Yuk untuk menggapai Syurganya Allah...=)